Wednesday, January 16, 2013

Karya Ilmiah


Pengertian Karya Ilmiah
“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
• Memberi penjelasan
• Memberi komentar atau penilaian
• Memberi saran
• Menyampaikan sanggahan
• Membuktikan hipotesa
Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.

Bentuk Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
3. Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.

Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Macam-Macam Karya Ilmiah
1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1) Sikap ingin tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
2) Sikap kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3) Sikap obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
4) Sikap ingin menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5) Sikap menghargai karya orang lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6) Sikap tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7) Sikap terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

Tujuan Karya Ilmiah
1. Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
2. Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi produsen pemikiran & karya tulis dalam bidang IPTEK terutama setelah penyelesaian studinya.
3. Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara institusi dengan masyarakat, atau orang-2 yang berminat membacanya.
4. Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
5. Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian

Tahap Pembuatan Karangan ilmiah
Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh guru atau anak didik adalah menulis karya ilmiah. Salah satu masalah utamanya adalah mereka kurang memahami langkah-langkah menulis karya ilmiah. Mereka selalu mengatakan bahwa menulis karya ilmiah itu sangat sulit dan tidak mungkin dapat mereka lakukan. Hal ini ada banyak hal yang menyebabkannya. Mereka selalu mengeluhkan bahwa langkah-langkah menulis karya ilmiah sangat sulit dan tidak mendukung keinginan menulis yang mereka miliki.
Oleh karena itulah, maka seharusnya ada rujukan yang jelas mengenai langkah langkah menulis karya ilmiah. Hal ini untuk memberikan kesempatan guru dan anak didik berperan dan mengembangkan kemampuan menulisnya secara maksimal.
Metode ilmiah penelitian dan pengembangan menulis karya ilmiah adalah suatu cara untuk pelaksanaan secara sistematis dan objektif yang mengikuti langkah-langkah menulis karya ilmiah sebagai berikut.
1. Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan
Ini merupakan langkah langkah menulis karya ilmiah yang pertama, yaitu melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian
2. Menyusun hipotesis
Langkah langkah menulis karya ilmiah yang kedua adalah menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian.
3. Menyusun rancangan penelitian
Selanjutnya Anda menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.
4. Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan
Ini langkah keempat dari langkah langkah menulis karya ilmiah yang merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan objek penelitian.
5. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
Setelah melakukan percobaan atas objek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap objek percobaan yang dilakukan tersebut. Apa yang terjadi pada objek penelitian. Ini merupakan langkah langkah menulis karya ilmiah yang kelima.
6. Menganalsis dan menginterpretasikan data
Langkah langkah menulis karya ilmiah keenam, yaitu mengenalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.
7. Merumuskan kesimpulan dan atau teori
Langkah ketujuh dari langkah langkah menulis karya ilmiah adalah merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap objek penelitian.
8. Melaporkan hasil penelitian
Langkah terakhir dari langkah langkah menulis karya ilmiah adalah melaporkan hasil penelitian. Dan, langkah inilah yang sesungguhnya merupakan proses penulisan karya ilmiah. Dengan langkah ini, maka guru atau anak didik dapat menyusun sebuah tulisan atau karya tulis ilmiah yang akan memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas personal.
Jika ingin melakukan proses penyusunan karya tulis ilmiah, maka setidaknya langkah-langkah menulis karya ilmiah ini Anda pahami dan terapkan. Dengan demikian, maka proses penulisan Anda benar-benar objektif dan berguna bagi kehidupan masyarakat. Dan, ini merupakan kontribusi kongkrit Anda kepada masyarakat.

Referensi:
http://bloggueblog.wordpress.com/2012/04/20/pengertian-ciri-ciri-dan-macam-macam-karya-ilmiah/
http://rydwantoback.blogspot.com/2013/01/karya-ilmiah.html

Saturday, January 5, 2013

Lagi dan lagi Pejabat Indonesia Melakukan Korupsi !

KPK memutuskan untuk menahan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Djoko Susilo.
Djoko sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat ujian simulator surat izin mengemudi di Kepolisian Indonesia.

"Tersangka ditahan untuk untuk 20 hari kedepan terhitung mulai hari ini di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang beralamat di Pomdam Jaya, Guntur," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi.
Johan mengatakan penahanan di Guntur lebih karena persoalan teknis.
"Ruang tahanan di gedung KPK saat ini sedang mengalami perbaikan karena ada kebocoran di ruang tahanan di sini," kata Johan.
Dia mengatakan meski berada di rumah tahanan Pomdam Jaya, Guntur namun penjagaan tetap dilakukan oleh petugas dari KPK dan bukan TNI.
"Penjagaan dilakukan oleh petugas KPK," tambah Johan.
Menerima keputusan KPK
Tersangka Djoko Susilo ditahan seusai pemeriksaan mengatakan akan menjalani proses hukum yang dilakukan oleh KPK.
"Berdasarkan surat penahanan hari ini saya mengikuti proses hukum dan dilakukan penahanan," kata Inspektur Jenderal Djoko Susilo seusai menjalani pemeriksaan selama hampir delapan jam di Gedung KPK.
Berbeda dengan tersangka yang telah ditetapkan sebagai tahanan oleh KPK, Djoko Susilo tidak terlihat menggunakan seragam tahanan dan borgol saat menuju mobil tahanan.
"Baju tahanan sudah dibawa oleh penyidik tadi bersama Pak DS saat menuju mobil tahanan, soal borgol itu kan untuk upaya penjemputan paksa dan jika ada penangkapan tadi kan penahanannya dilakukan setelah menjalani pemeriksaan, kan banyak juga yang ngga diborgol selain Pak DS," kata Johan Budi.
Kembangkan kasus
"Kami masih terus menyeleidiki dan belum memutuskan apakah akan berhenti pada DS atau tidak"
Johan Budi
Lembaga penegak hukum ini juga tidak menutup kemungkinan untuk menyelidiki adanya peran pejabat lain di tubuh kepolisian dalam kasus ini.
"Kami masih terus menyeleidiki dan belum memutuskan apakah akan berhenti pada DS atau tidak," jelas Johan.
Saat ini selain Djoko Susilo, ada tiga tersangka lain yang telah ditetapkan oleh KPK, mereka adalah mantan Wakil Kepala Korlantas, Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo; serta dua pihak rekanan, Budi Susanto dan Sukotjo S Bambang.
Penanganan kasus ini sempat memunculkan adanya perselisihan antara KPK dan Polisi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada awal Oktober lalu sempat menyampaikan perintah khusus penanganan kasus pengadaan simulator ini, Presiden Susilo Bambang Yudhyono saat itu menilai KPK adalah lembaga yang berwenang untuk menanganinya.
"Polri tangani kasus lainnya," ujar Presiden Yudhyono saat itu.
Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan Djoko Susilo disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat 1 dan/atau pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
KPK menurut Johan sejauh ini telah menemukan adanya kerugian negara yang telah mencapai sekitar Rp100 miliar dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan simulator di tahun anggaran 2011 ini.

Mau jadi apa Negara kita ini kalau para PEMIMPIN BANGSA mencontohkan kepada masyarakat untuk korupsi?? Padahal PENGHASILAN PARA PEJABAT melebihi dari cukup, tetapi mereka dengan HATI NURANI yang menurut saya sudah sangat ANCUR, tega memakan uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk kepentingan negara kita Indonesia. Saya juga sempat menonton program acara tv dan seorang dokter bercerita bahwa ada kejadian dimana didalam suatu kota di Indonesia yang sedang mengadakan pemilihan pejabat. Lalu calon pejabat tersebut dengan sangat teganya menyuruh pasien-pasien yang mempunyai penyakit parah di setiap puskesmas yang ada di kotanya tersebut untuk dipulangkan. Karena menurut dia, untuk mengurangi angka kecacatan di kotanya. Karena kelakuannya ada seorang pasien balita yang meninggal di rumahnya karena tidak mendapatkan bantuan penanganan medis.

Masih pantaskah CALON PEJABAT tersebut disebut MANUSIA???

REFERENSI:
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/12/121203_kpkdjokosusilo.shtml

Apa itu Kutipan, Abstrak, dan Daftar Pustaka??


1. KUTIPAN
Pertama kita bahas tentang apa itu istilah kutipan dalam bahasa Indonesia?
Secara garis besar Kutipan yaitu pengulangan suatu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip.
Kutipan juga dapat merujuk kepada penggunaan berulang unit bentuk lain ekspresi, terutama bagian dari karya seni: unsur-unsur sebuah lukisan, adegan dari film atau bagian dari suatu komposisi musik. Kutipan juga terbagi menjadi 2, yaitu Kutipan langsung dan Kutipan tidak langsung.

Cara Menulis Kutipan Dengan Benar sebagai berikut:
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

2. ABSTRAK
Abstrak merupakan ringkasan isi laporan yang di tulis dengan sangat singkat dan padat. Abstrak berisi pokok masalah, tujuan, metode, dan dat kesimpulan dalam bentuk paragraf. Melalui abstrak, pembaca dapat memahami garis besar isi laporan, dan apabila berhendak memahami lebih jauh, dapat membaca bab-bab pada laporan.

Jenis-jenis Abstrak yaitu:

a. Abstrak Indikatif yaitu abstak yang menguraikan secara singkat masalah yang terkadung dalam dokumen lengkap. Abstrak ini tidak memadatkan isi dokumen asli, bertujuan agar lebih cepat diketahui isinya dan hanya dan hanya memberikan indikasi sasaran cakupan tulisan sehingga pembaca dapat mempertimbangkan apakah tulisan asli perlu dibaca atau tidak. Pembaca abstrak cenderung memetingkan informasi yang diperlukan sebagai pertimbangan untuk suatu tindakan tertentu.

b. Abstrak Informatif yaitu miniature laporan atau dokumen asli dengan menampilkan selengkap mungkin data laporan sehingga pembaca abstrak tidak perlu lagi membaca aslinya, kecuali untuk mendalaminya. Abstrak informasi menyajikan keseluruhan naskah asli dalam bentuk mini : judul, penulis asli, lembaga, tujuan, metode pembahasan atau analisis, hasil analisis, kesimpulan dan kode inisial penulis abstrak.


3. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka yaitu daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.

Jenis-Jenis Daftar Pustaka :
a. Kelompok Textbook :
Penulisan perorangan.
Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor.
Buku yang ditulis atau dibuat oleh lembaga.
Buku terjemahan.
b. Kelompok Jurnal :
Artikel yang disusun oleh penulis.
Artikel yang disusun oleh lembaga.
Kelompok makalah yang dipresentasikan dalam seminar / konferensi / simposium.
c. Kelompok disertasi atau tesis.
d. Kelompok makalah atau informasi dari internet.

Cara Membuat Daftar Pustaka :
Tulis nama akhir penulis buku, inisial nama depan jika sumber makalah didapat dari buku.
Tulis tahun penerbitan buku tersebut.
Tulis judul buku yang menjadi sumber materi diambil, nomor buku.
Tulis nama penerbit buku tersebut dan nama kota penerbit.
Tulis halaman buku.


REFERENSI :
http://remaldy.blogspot.com/2012/01/pengertian-dan-cara-membuat-kutipan.html

Sunday, November 4, 2012

Trik dan Tips untuk menulis Blog yang Baik & Menarik ^^






Menurut saya, tulisan yang kita anggap baik belum tentu dianggap baik pula oleh orang lain. Karena setiap orang memiliki ciri khas bahasa masing-masing. Disini kita dituntut harus sekreatif mungkin agar blog kita menarik dan postingan di blog kita mudah dan seru dibaca oleh orang lain, entah itu berisi cerita pendek, pelajaran, atau pengalaman pribadi. Biasanya tulisan yang keluar dari pemikiran kita, itu lebih mudah dipahami dibanding kita sengaja mengarang tulisan. karena mungkin saja cerita yang kita tulis bisa menjadi motivasi atau inspirasi orang yang membacanya. Jangan takut cerita anda tidak disukai orang lain. Karena wajar jika seseorang baru pertama kali menulis cerita di blog. Itu akan terbiasa jika kita sering melakukannya. Yang terpenting jangan mengcopas atau menjiplak karya orang lain. Karena pemikiran dan kreatifitas dari diri sendiri itu lebih bisa dihargai dan di terima oleh orang lain. Tuangkanlah semua yang kalian ingin ceritakan, jangan merasa ada beban harus dibawa santai. Ini sedikit tips dan trik untuk menulis blog yang baik:
Pertama:
Jika kalian tiba-tiba mendapatkan ide yang menarik untuk dituangkan, sebaiknya kalian langsung menuangkannya di blog kalian. Buat ceritanya semenarik mungkin dengan bahasa yang mudah dipahami, agar diingat oleh pembaca. Dan yang utama adalah buatlah judul postingan yang dapat membuat orang yang melihatnya ingin membaca postingan anda.
Kedua:
Desain blog kalian dengan menarik tetapi mudah untuk dimengerti orang yang datang ke blog kalian.
Ketiga:
Tulisan yang kalian tulis harus dapat dibaca orang, maksudnya jangan menulis dengan tulisan alay seperti “h4l0 guys, 4pa k4bar..” , itu membuat sakit mata orang yang melihat. dapat juga menggunakan gambar-gambar agar lebih menarik.
Keempat:
Tanda baca yang digunakan harus jelas, jangan salah menggunakan tanda baca. Karena dapat mengubah arti dari kalimat yang kalian tulis.
Kelima:
Postingan biasanya selalu dicari orang lain, adalah postingan yang berisi info-info penting dapat berupa info pelajaran, tips-tips, bagaimana cara membuat sesuatu, atau dapat berupa info tentang artis-artis dalam negeri maupun luar negeri. Misalnya saat ini yang sedang banyak disukai para remaja yaitu tentang K-Pop. Keenam:
Sering-seringlah memposting apapun yang kalian ingin tuangkan. Tetapi jangan menjiplak.
Ketujuh:
Gunakan bahasa yang santai, jangan kaku tapi sopan. Biasanya bahasa yang kaku atau baku itu sulit untuk dipahami. Dan itu dapat membuat pembaca bosan.



Yaaa,, mungkin itu sedikit tips dan trik dari saya untuk menulis blog yang baik dan menarik. Semoga kalian bisa membuat dan menulis blog yang menarik. Selamat mencoba .

FUNGSI DAN CONTOH TANDA BACA




Sebelum kita membicarakan tentang fungsi dan contoh dari masing-masing tanda baca, terlebih dahulu kita membahas pengertian dari tanda baca. Tanda baca adalah symbol atau tanda yang digunakan untuk member isyarat kepada pembaca agar melakukan sesuatu dalam bacaan. Tanda baca dipakai didalam sistem ejaan. Setiap kita menulis sebuah kalimat, pasti terdapat salah satu tanda baca yang kita pakai contohnya tanda titik (.). Tanda baca banyak sekali jenisnya yang masing-masing jenis mempunyai fungsi yang berbeda. Secara umum, fungsi tanda baca yaitu untuk menjaga keefektifan komunikasi. Setiap tanda baca dapat mengartikan sebuah kalimat tersebut kalimat tanya, kalimat perintah ataupun untuk mengakhiri kalimat. Pemberian tanda baca yang salah, dapat membuat arti kalimat itu berbeda. Sekarang kita bahas tentang jenis-jenis tanda baca, fungsinya beserta contohnya.

JENIS-JENIS TANDA BACA, FUNGSI, DAN CONTOHNYA
1. Tanda titik (.)
Fungsinya:
a. Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan,
b. Pada akhir singkatan nama orang,
c. Diletakan pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan,
d. Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum,
e. Dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar.
Contohnya: Linda bekerja di PT. Pertamina.

2. Tanda Koma (,)
Fungsinya:
a. Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang,
b. Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat,
c. Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat, dll.
Contohnya: Di Depok terdapat beberapa Universitas seperti, Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia, Universitas Pancasila, dll.

3. Tanda Seru (!)
Fungsinya: Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan, perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
Contohnya: Jangan datang kerumahku lagi!

4. Tanda Titik Koma (;)
Fungsinya:
a. Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara,
b. Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contohnya: Anggota yang ikut berkemah antara lain;
1. Putri
2. Nuneo
3. Uyoung
4. Suzy
5. Min

5. Tanda Titik Dua (:)
Fungsinya:
a. Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian,
b. Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian,
c. Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan,
d. Di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman, antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contohnya: Printer dibagi atas beberapa bagian, yaitu:
1. Picker
2. Toner

6. Tanda Hubung (-)
Fungsinya:
a. Menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris,
b. Menyambung unsur-unsur kata ulang,
c. Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contohnya: Beratnya berkisar 1-3 kg dari berat sebelumnya.

7. Tanda Elipsis (...)
Fungsinya:
a. Mengambarkan kalimat yang terputus-putus,
b. Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang dihilangkan.
Contohnya: Tandai Yes, activate Windows…., lalu klik Next.

8. Tanda Tanya (?)
Fungsinya:
a. Tanda tanya selalu dipakai pada setiap akhir kalimat tanya,
b. Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contohnya: Bagaimana computer bekerja?

9. Tanda Kurung ( )
Fungsinya:
a. Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan,
b. Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan,
c. Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan.
Contohnya: CPU (Central Processing Unit) merupakan komponen computer.

10. Tanda Kurung Siku ( {..} )
Fungsinya:
a. Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain,
b. Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contohnya: Himpunan simpul pada graf tersebut yaitu {A,B,C,D,E,F}.

11. Tanda Petik ("...")
Fungsinya:
a. Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain,
b. Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat,
c. Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal.
Contohnya: Jika diberi kata “computer”, kita langsung teringat sebuah alat berupa monitor, mouse, cpu,dan keyboard.

12. Tanda Petik Tunggal ('..')
Fungsinya:
a. Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain,
b. Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contohnya: kata Jurusan dalam bahasa inggris yaitu ‘Major’.

13. Tanda Garis Miring (/)
Fungsinya:
a. Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat,
b. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat.
Contohnya: CD/DVD-Rom berfungsi untuk membaca atau menulis kepingan CD/DVD.

14. Tanda Penyingkat (Apostrof) (')
Fungsinya: Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.

15. Tanda Tanda Kurung Siku ([...])
Fungsinya:
a. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada tulisan orang lain,
b. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contohnya : Ibu men[d]engar bunyi ledakan di dekat gunung merapi.

REFERENSI :
diajengsurendeng.blogspot.com › bahasa dan sastra

Saturday, June 23, 2012

Pengaruh Teknologi Terhadap Budaya Organisasi


Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari kita pasti tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.

Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :
a. Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.

b. Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.

c. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.

d. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.

e. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi dalam
penelitian ini adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

=> Fungsi Budaya Organisasi

Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
* Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
* Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
* Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
* Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
* Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk REsikap serta perilaku karyawan.

=> Pengaruh Teknologi Terhadap Kreatifitas Individu dan Team

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran, komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Pada saat ini banyak bermunculan produk TIK dalam membantu proses pembelajaran yang telah mengubah wajah pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas, dalam hal ini kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan khususnya dalam menyikapi perkembangan TIK, karena kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Sehingga pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan inovasi karya-karya baru yang orisinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK akan diperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain.


Referensi :
http://shahriel-myassignment.blogspot.com/2010/04/pengertian-budaya-organisasi.html

http://pebrianoramadhan.blogspot.com/2012/06/pengaruh-teknologi-terhadap-kreatifitas.html



Tuesday, June 5, 2012

KELOMPOK DALAM ORGANISASI


A. Peran Individu Dalam Kelompok
Pengertiannya adalah kelompok yang disusun oleh organisasi dengan tujuan untuk menjalankan berbagai pekerjaan yang terkait dengan pencapaian tujuan organisasi. Munculnya kelompok kerja tidak dapat dipisahkan dari timbulnya organisasi kerja yang dapat timbul dan berkembang melalui dua cara. Cara yang pertama adalah organisasi timbul dan berkembang melalui suatu perencanaan. Dengan adanya modal yang mencukupi, kita dapat mendirikan suatu perusahaan. Kita merencanakan visi, misi, bentuk, serta struktur fungsi perusahaannya. Kita cari lokasi yang tepat, tetapkan peralatan, mesin-mesin, dan bahan-bahan yang diperlukan. Lalu kita tetapkan pekerjaan serta jabatan yang ada dalam suatu tata tingkat yang dianggap memadai untuk sebuah permulaan. Kita tetapkan jumlah tenaga kerja yang diperlukan, dan setelah izin untuk mendirikan perusahaan diperoleh, kita mulai mewujudkan rencana pendirian perusahaan. Gedung dibangun, mesin-mesin dan bahan-bahan dibeli, tenaga kerja dicari, diseleksi, dan kemudian diterima. Jika semua persiapan selesai, maka mulailah perusahaan berfungsi. Cara yang kedua adalah organisasi yang tumbuh dan berkembang mulai dari satu orang yang berwiraswasta. Organisasi yang semula kecil kemudian berkembang menjadi organisasi yang besar yang terdiri dari beberapa kelompok kerja.
Peran individu dalam suatu organisasi

Pelibatan dan partisipasi anggota {individu} dalam organisasi menjadi menjadi lebih penting ketika organisasi tersebut memulai suatu fungsi karena tanpa keterlibatanya kegunaan atau fungsional organisasi tersebut tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Keterlibatan dan partisipasi juga cenderung menghasilkan suatu kinerja, pola kegiatan serta hasil dari keterlibatan seluruh unsur manusia dalam organisasi akan menghasilkan suatu fungsi dalam organisasi. Masing–masing dari individu tersebut di dalam suatu organisasi mempunyai peran yang beragam dan mempunyai keterikatan terhadap suatu wadah, yaitu organisasi. Individu merupakan komponen vital dalam suatu organisasi tetapi tidak efisien jika “individu” ingin mencapai suatu tujuan dasar organisasi. Karena individu tidak mempunyai struktur dan sistem untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Peran kelompok dalam suatu organisasi

Pelibatan kelompok dalam suatu organisasi dapat dilakukan dengan mekanisme pembagian atas individu–individu agar membentuk suatu kumpulan yang mempunyai pola dan sistem kerja. Suatu kelompok pada dasarnya adalah sekumpulan individu yang berada dalam suatu organisasi dimana para anggotanya saling mempunyai ketergantungan satu sama lain dalam melaksanakan suatu kinerja secara berstruktur. Organisasi lebih mengutamakan atas pencapaian tujuan dasar yang lebih mengedepankan kepada hasil yang ingin dicapai. Suatu kinerja kelompok akan lebih efisien ketika di letakkan di ruang lingkup organisasi karena suatu tujuan akan lebih cepat tercapai jika didalam pengelolaannya dikerjakan secara berstruktur atau berkelompok.

B. Jenis-Jenis Kelompok yaitu:
1. Organisasi Formal Resmi
Organisasi formal/ Resmi adaah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

2. Organisasi informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
• Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
• Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.

C. Pengalaman Dalam Kelompok
Dari waktu sekolah sampai di dunia perkuliahan pasti hampir setiap pelajaran kita memiliki kelompok belajar. Kelompok belajar dibuat untuk mengerjakan tugas kelompok berupa membuat makalah, mengadakan presentasi perkelompok, dan lainnya yang berhubungan dengan kelompok belajar. Dengan dibuatnya kelompok itu, saya merasa lebih mudah karena kita mengerjakan dengan bersama-sama. Biasanya setiap kelompok belajar ada ketua yang mengatur pembagian kerja. Tidak dipungkiri di dalam kelompok belajar itu tersebut kadang ada pula perbedaan pendapat, tetapi itu justru sebagai acuan kita atau pengetahuan yang kita peroleh dari teman kelompok kita. agar pengerjaan tugas kelompok tersebut berjalan dengan lancar dan menghasilkan makalah yang bagus.



REFERENSI:
http://careabouteducation.wordpress.com/2011/09/22/peran-individu-dan-kelompok-dalam-suatu-organisasi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial