Thursday, May 16, 2013

Pendidikan Kunci Pembangunan



Resensi:
Data Penulis:

Judul                : Pendidikan Kunci Pembangunan
Penulis             : Wakil Presiden RI, Boediono
Editor               : Caroline Damanik
Penerbit           : Kompas Cetak
No/Tanggal     : Senin, 27 Agustus 2012 | 09.56 WIB
No Halaman    : -
Tema               : Pendidikan

Ringkasan :
Pendidikan sampai saat ini kita belum punya konsepsi yang jelas mengenai substansi pendidikan ini. Karena tak ada konsepsi yang jelas, timbullah kecenderungan untuk memasukkan apa saja yang dianggap penting ke dalam kurikulum. Akibatnya, terjadilah beban berlebihan pada anak didik. Bahan yang diajarkan terasa ”berat”, tetapi tak jelas apakah anak mendapatkan apa yang seharusnya diperoleh dari pendidikannya.
Substansi dasar yang memberikan isi pada kebijakan pendidikan kita perlu dibakukan. Rumusan substansi yang jelas dan cermat akan dapat menjadi kompas dan perajut bagi begitu banyak kegiatan dan inisiatif pendidikan di Tanah Air sehingga mengurangi segala macam kemubaziran. Rumusan substansi tersebut haruslah mengacu dan diturunkan dari konsepsi yang jelas mengenai bagaimana kemajuan bangsa terjadi dan apa peranan pendidikan di dalamnya.
Pada hakikatnya pendidikan umum wajib diberikan kepada semua anak didik di semua jenjang, mulai dari SD hingga perguruan tinggi (S-1). Tentu materi di setiap jenjang disesuaikan dengan umur dan tingkat kematangan anak didik. Adapun substansi pendidikan khusus diberikan sesuai vokasi atau profesi yang dipilih oleh siswa atau mahasiswa dalam kariernya nanti. Materi pendidikan khusus diberikan sebagai tambahan materi pendidikan umum. Dalam pendidikan khusus inilah dibangun, antara lain, kemampuan iptek manusia Indonesia.
Dalam strategi pendidikan yang utuh, kedua komponen pendidikan ini dirumuskan secara rinci, konsisten, dan seimbang. Keduanya membentuk kurikulum minimal pada tiap jenjang pendidikan dengan standar yang berlaku, dan diberlakukan secara nasional. Tentu ruang untuk muatan lokal harus tetap diberikan sesuai kekhasan setiap daerah dan kelompok masyarakat. Inilah yang saya maksud dengan benang merah substansi pendidikan nasional yang perlu kita rumuskan secara lebih jelas dan cermat. 

Profesor Derek Bok, Presiden Emeritus Universitas Harvard, mengatakan, pendidikan S-1 di Amerika Serikat bertujuan memberikan bekal delapan kemampuan kepada mahasiswanya yaitu : 
  1. kemampuan berkomunikasi. Semua mahasiswa S-1 perlu punya kemampuan ini secara efektif dengan berbagai pihak. Mereka harus mampu menulis dengan presisi dan menarik juga mengungkap secara lisan idenya dengan jelas dan persuasif. Ketidakmampuan berkomunikasi antara warga negara atau antara pemerintah dan publik adalah kegagalan demokrasi.
  2. kemampuan berpikir jernih dan kritis. Kemampuan ini mencakup kemampuan mengajukan pertanyaan yang relevan, mengenali dan mendefinisikan masalah, menyadari dan mempertimbangkan argumentasi dari berbagai sisi dari suatu permasalahan, serta mencari dan menggunakan secara efektif data dan informasi yang relevan. Akhirnya, mengambil sikap dan kesimpulan setelah mempertimbangkan semuanya dengan cermat. 
  3. kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan. Hampir tiap isu publik punya sisi moral. Mahasiswa perlu dilatih menganalisis dengan jernih dan mengambil sikap mengenai aspek baik-buruk, benar-salah dari segi moral dalam menghadapi permasalahan. 
  4. kemampuan untuk menjadi warga negara yang efektif. Mahasiswa harus disiapkan menjadi peserta aktif dalam proses demokrasi dan mampu mengambil sikap yang rasional mengenai berbagai masalah politik dan isu-isu publik. 
  5. kemampuan untuk mencoba mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda. Di AS yang terdiri atas banyak kelompok etnis dan kelompok agama, pengajaran toleransi memperoleh perhatian khusus dan dianggap sebagai tugas penting dari universitas. 
  6. kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal. Mahasiswa diharapkan punya pengetahuan dasar masalah-masalah internasional dan apresiasi mengenai kultur yang berbeda. 
  7. memiliki minat luas mengenai hidup. Mahasiswa harus dibangkitkan minat intelektualnya, seperti mengenai sejarah, filsafat, dan minat di bidang-bidang lain, seperti musik, seni, dan olahraga. 
  8. memiliki kesiapan untuk bekerja. Ini sebenarnya bukan bagian dari kurikulum pendidikan umum, tetapi bagian dari kurikulum pendidikan khusus yang memang harus diajarkan pada tingkat S-1 sesuai dengan fakultasnya. 

Kelebihan isi artikel:
Dapat untuk bahan pembelajaran bagi pihak-pihak yang berperan penting dalam memajukan pendidikan di Indonesia khususnya para Menteri Pendidikan, Guru-guru atau dosen-dosen, agar menciptakan bibit-bibit penerus bangsa yang berkualitas memajukan negara Indonesia.

Kekurangan isi artikel:
Mungkin bahasa yang digunakan pada artikel ini agak terlalu sulit dipahami untuk masyarakat. 

Pendapat akhir:
Semoga resensi artikel "Pendidikan Kunci Pembangunan" dapat berguna bagi kalian semua. Maaf jika ada kesalahan dalam isi Resensi ini. Terima Kasih ^^



Nama : Putri Megawati

NPM : 15110458

Kelas : 3KA19

Thursday, April 18, 2013

Makalah Bahasa Indonesia 2

Dosen Pembimbing :
Bapak Jono Saroyo

Nama :
Putri Megawati (15110458)
3ka19

Judul Makalah :
Pendidikan Kunci Pembangunan


Universitas Gunadarma

ATA 2012/2013


KATA PENGANTAR

          Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan berkat, anugerah dan karunia yang melimpah, serta hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya akhirnya makalah ini dengan judul “Pendidikan Kunci Pembangunan” telah selesai dikerjakan dengan lancar pada waktu yang telah ditentukan.
       Makalah ini disusun guna melengkapi tugas softskill bahasa Indonesia 2 jurusan Sistem Informasi, fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma. Dalam kesempatan ini tak lupa saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada berbagai pihak, khususnya kepada :
1. Bapak Jono Saroyo, selaku dosen Bahasa Indonesia 2 yang senantiasa membimbing saya dalam mata kuliah umum ini.
2. Orang tua saya, Aba Supriyadi dan Ibu Narsih serta kakak-kakak yang telah senantiasa mendoakan dan mendukung saya selalu.
3. Sahabat dan teman saya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang senantiasa membantu saya dalam mengerjakan tugas apapun.
        Dengan menyadari keterbatasan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki penulis, sudah tentu terdapat kekurangan serta kemungkinan jauh dari sempurna, untuk itu saya tidak menutup diri dan mengharapkan adanya saran serta kritik dari berbagai pihak yang sifatnya membangun dan menyempurnakan Makalah ini.
         Akhir kata semoga Makalah ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang bersangkutan, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca. Terima kasih.


                                                                               Depok, 18 April 2013


                                                                                            Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Batasan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Konsep Pendidikan
2.2 Peran Pendidikan
2.3 Delapan Kemampuan

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
     Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan.
    Pendidikan adalah salah satu upaya dalam meningkatkan sumber daya manusia dan merupakan tanggung jawab semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan lembaga pendidikan. Berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas utama salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Agar penerus bangsa di masa depan mempunyai kualitas untuk mengembangkan dan memajukan Negara Indonesia. Maka dari itu penulis akan membuat makalah yang berjudul “Pendidikan Kunci Pembangunan”.

1.2 Batasan Masalah
    Pada masalah ini penulis akan member informasi tentang konsep pendidikan, peran pendidikan dan delapan kemampuan yang dirangkum di dalam bab II.

1.3 Tujuan Penulisan
      Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi kepada para pembaca bagaimana pentingnya pendidikan untuk kelangsungan masa depan yang lebih baik lagi.


Bab II

Pembahasan

2.1 Konsep Pendidikan
       Barangkali tidak ada diantara kita yang tak setuju bahwa pendidikan punya peran besar dalam pembangunan suatu bangsa. Namun, sering kali berhenti di situ, pada tataran abstrak dan menerimanya sebagai kebenaran mutlak yang tidak perlu lagi dikaji dan dirinci. berdasarkan keyakinan itu, kita melaksanakan percepatan dan perluasan pendidikan melalui aneka program pendidikan. Negara sebagai penjurunya dan masyarakat berpartisipasi aktif.
     Semangat ini sudah benar. Namun, sebenarnya ada satu hal penting yang ”hilang”, yaitu tentang ”apa” yang seyogianya diajarkan untuk menyiapkan manusia-manusia Indonesia yang mampu berkontribusi maksimal bagi kemajuan bangsanya. Barangkali sekarang sudah waktunya kita memikirkan secara lebih mendalam masalah yang teramat penting ini.

Belum punya konsep yang jelas
        Sampai saat ini kita belum punya konsepsi yang jelas mengenai substansi pendidikan ini. Karena tak ada konsepsi yang jelas, timbullah kecenderungan untuk memasukkan apa saja yang dianggap penting ke dalam kurikulum. Akibatnya, terjadilah beban berlebihan pada anak didik. Bahan yang diajarkan terasa ”berat”, tetapi tak jelas apakah anak mendapatkan apa yang seharusnya diperoleh dari pendidikannya.
       Substansi dasar yang memberikan isi pada kebijakan pendidikan kita perlu dibakukan. Rumusan substansi yang jelas dan cermat akan dapat menjadi kompas dan perajut bagi begitu banyak kegiatan dan inisiatif pendidikan di Tanah Air sehingga mengurangi segala macam kemubaziran. Rumusan substansi tersebut haruslah mengacu dan diturunkan dari konsepsi yang jelas mengenai bagaimana kemajuan bangsa terjadi dan apa peranan pendidikan di dalamnya.
       Di sini akan mengangkat sisi penting lain dari pendidikan, yaitu perannya dalam mendukung kemajuan bangsa melalui dukungannya dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik. Berikut ini adalah butir-butir yang terkait dengan itu, yang saya sarikan dari hasil-hasil riset di bidang ekonomi-politik dan sejarah (Daron Acemoglu & James A Robinson, 2012). Penelitian-penelitian itu mencoba mengidentifikasi faktor-faktor penentu utama kemajuan bangsa sebagai suatu entitas sosial, ekonomi, politik berdasarkan analisis pengalaman sejarah bangsa-bangsa.
       Beberapa kesimpulan penting adalah sebagai berikut. Bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh mutu institusi-institusinya, terutama institusi politik dan ekonominya. Proses kemajuan suatu bangsa terjadi dan berlanjut bila terjadi interaksi positif antara institusi politik dan institusi ekonominya. Bangsa-bangsa yang gagal maju—karena insiden sejarah atau barangkali karena kelalaiannya sebagai bangsa—umumnya terperangkap dalam interaksi negatif dari kedua kelompok institusinya tersebut.
       Dari dua kelompok institusi penentu kemajuan bangsa, sejarah bangsa-bangsa menunjukkan, institusi politik adalah yang lebih mendasar. Kelompok institusi inilah yang pada akhirnya menentukan aturan main yang mengondisikan efektif tidaknya institusi-institusi lain. Pembenahan dan penataan institusi politik merupakan kunci pembuka kemajuan bangsa.
       Selanjutnya riset sejarah menunjukkan, institusi politik akan mendukung proses kemajuan suatu bangsa apabila memenuhi dua persyaratan utama. Pertama, harus ada suatu tingkat konsentrasi kekuasaan politik di tingkat nasional yang cukup untuk menjamin penegakan law and order. Somalia dan Afganistan adalah contoh ekstrem kekuasaan terlalu tercerai-berai sehingga ketertiban umum dan hukum tidak bisa dijalankan.
       Syarat kedua adalah sebaliknya, yaitu kekuasaan politik tak boleh terkonsentrasi di tangan satu kelompok atau beberapa kelompok saja (oligarki), tetapi harus terbagi sedemikian rupa sehingga elemen- elemen utama bangsa terwakili di dalamnya. Konstelasi politik harus inklusif karena dengan demikian sistem checks and balances dapat berjalan efektif. Tidak terlalu terkonsentrasi dan tidak terlalu tercerai-berai.
       Dengan kata lain: sistem demokrasi! Riset tersebut menarik kesimpulan kuat dari analisis empiris sejarah bahwa demokrasi merupakan sistem politik yang paling menjanjikan bagi bergulirnya proses kemajuan bangsa. Tentu, yang dimaksud adalah demokrasi dalam arti substantif, bukan sekadar bentuk formalnya.
       Riset menunjukkan bahwa makin tinggi pendapatan per kapita, makin besar peluang demokrasi berhasil dan berlanjut (Fareed Zakaria, 2003). Bangsa-bangsa yang sedang membangun dan sedang mengonsolidasikan demokrasinya sangat penting untuk menghindari krisis ekonomi. Sebab, di situ ada risiko tinggi sendi- sendi demokrasi yang sedang dibangun ikut rontok. Konsolidasi demokrasi berpeluang tinggi berhasil bila ditopang oleh perekonomian yang tumbuh dan manfaatnya makin terbagi merata.
       Apabila demokrasi berhasil dikonsolidasikan, semakin besar pula institusi-institusi ekonomi akan berfungsi lebih baik lagi. Pada gilirannya meningkatkan kinerja perekonomian dan selanjutnya akan memperkuat demokrasi. Demikianlah seterusnya: terjadi proses interaksi positif antara politik dan ekonomi.

2.2 Peran pendidikan
      Satu hal penting dari hasil riset mutakhir: institusi memegang peran kunci dalam proses kemajuan bangsa. Kualitas institusi penentu utama kemajuan bangsa. Oleh karena itu, upaya pembangunan bangsa semestinya memberikan prioritas tertinggi pada pembangunan institusi.
      Kualitas kinerja institusi pada akhirnya ditentukan oleh kualitas manusia-manusia yang melaksanakan fungsi institusi itu, terutama dalam sikap dan kompetensinya. Di sinilah kita melihat jelas peran sentral pendidikan dalam pembangunan dan kemajuan bangsa. Melalui pendidikan kita dapat menanamkan sikap yang pas dan memberikan bekal kompetensi yang diperlukan kepada manusia-manusia yang menjalankan fungsi institusi-institusi yang menentukan kemajuan bangsa.
       Di sini penting dibedakan dua sasaran pendidikan. Pertama, membentuk sikap dan kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh setiap warga negara di mana pun mereka berkarya. Ini merupakan tugas dari pendidikan umum. Adapun sasaran kedua: mendidik sikap dan kompetensi khusus yang diperlukan bagi mereka yang bekerja di bidang-bidang tertentu. Ini adalah bidang tugas dari pendidikan khusus. Pendidikan umum membekali anak didik soft skills untuk menjadi manusia dan warga negara yang baik. Pendidikan khusus memberikan hard skills untuk menjadi pekerja yang baik.
      Pada hakikatnya pendidikan umum wajib diberikan kepada semua anak didik di semua jenjang, mulai dari SD hingga perguruan tinggi (S-1). Tentu materi di setiap jenjang disesuaikan dengan umur dan tingkat kematangan anak didik. Adapun substansi pendidikan khusus diberikan sesuai vokasi atau profesi yang dipilih oleh siswa atau mahasiswa dalam kariernya nanti. Materi pendidikan khusus diberikan sebagai tambahan materi pendidikan umum. Dalam pendidikan khusus inilah dibangun, antara lain, kemampuan iptek manusia Indonesia.
      Dalam strategi pendidikan yang utuh, kedua komponen pendidikan ini dirumuskan secara rinci, konsisten, dan seimbang. Keduanya membentuk kurikulum minimal pada tiap jenjang pendidikan dengan standar yang berlaku, dan diberlakukan secara nasional. Tentu ruang untuk muatan lokal harus tetap diberikan sesuai kekhasan setiap daerah dan kelompok masyarakat. Inilah yang saya maksud dengan benang merah substansi pendidikan nasional yang perlu kita rumuskan secara lebih jelas dan cermat.
      Apabila kita menerima bahwa konsolidasi demokrasi adalah simpul kritis penentu kemajuan bangsa, strategi pendidikan perlu diarahkan sepenuhnya dan secara nyata mendukung sasaran ini. Pintu masuk kita adalah melalui pendidikan umum. Substansi pendidikan umum harus mencakup semua hal yang diperlukan untuk membekali anak didik agar jadi pelaku demokrasi yang efektif, yang tahu hak dan tanggung jawabnya, yang punya komitmen untuk menyukseskan proses konsolidasi demokrasi. Apabila ini kita lakukan, kita dapat optimistis, risiko-risiko kegagalan demokrasi dalam masa konsolidasi ini dapat diminimalkan. Demokrasi kita akan makin mantap dan institusi-institusi ekonomi akan makin efektif, yang selanjutnya akan makin memperkuat demokrasi.

2.3 Delapan kemampuan
      Apa yang perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan umum yang memenuhi tuntutan tersebut? Ini adalah tantangan bagi para ahli untuk merumuskannya. Di sini saya ingin menyampaikan satu contoh substansi pendidikan umum dari negara lain untuk jenjang perguruan tinggi (S-1). Substansi bagi jenjang-jenjang di bawahnya tentu perlu penyesuaian-penyesuaian, termasuk harus memasukkan kekhasan budaya dan sejarah kita.
      Profesor Derek Bok, Presiden Emeritus Universitas Harvard, mengatakan, pendidikan S-1 di Amerika Serikat bertujuan memberikan bekal delapan kemampuan kepada mahasiswanya. Pertama, kemampuan berkomunikasi. Semua mahasiswa S-1 perlu punya kemampuan ini secara efektif dengan berbagai pihak. Mereka harus mampu menulis dengan presisi dan menarik juga mengungkap secara lisan idenya dengan jelas dan persuasif. Ketidakmampuan berkomunikasi antara warga negara atau antara pemerintah dan publik adalah kegagalan demokrasi.
      Kedua, kemampuan berpikir jernih dan kritis. Kemampuan ini mencakup kemampuan mengajukan pertanyaan yang relevan, mengenali dan mendefinisikan masalah, menyadari dan mempertimbangkan argumentasi dari berbagai sisi dari suatu permasalahan, serta mencari dan menggunakan secara efektif data dan informasi yang relevan. Akhirnya, mengambil sikap dan kesimpulan setelah mempertimbangkan semuanya dengan cermat.
      Ketiga, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan. Hampir tiap isu publik punya sisi moral. Mahasiswa perlu dilatih menganalisis dengan jernih dan mengambil sikap mengenai aspek baik-buruk, benar-salah dari segi moral dalam menghadapi permasalahan.
     Keempat, kemampuan untuk menjadi warga negara yang efektif. Mahasiswa harus disiapkan menjadi peserta aktif dalam proses demokrasi dan mampu mengambil sikap yang rasional mengenai berbagai masalah politik dan isu-isu publik.
      Kelima, kemampuan untuk mencoba mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda. Di AS yang terdiri atas banyak kelompok etnis dan kelompok agama, pengajaran toleransi memperoleh perhatian khusus dan dianggap sebagai tugas penting dari universitas.
      Keenam, kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal. Mahasiswa diharapkan punya pengetahuan dasar masalah-masalah internasional dan apresiasi mengenai kultur yang berbeda.
      Ketujuh, memiliki minat luas mengenai hidup. Mahasiswa harus dibangkitkan minat intelektualnya, seperti mengenai sejarah, filsafat, dan minat di bidang-bidang lain, seperti musik, seni, dan olahraga.
      Kedelapan, memiliki kesiapan untuk bekerja. Ini sebenarnya bukan bagian dari kurikulum pendidikan umum, tetapi bagian dari kurikulum pendidikan khusus yang memang harus diajarkan pada tingkat S-1 sesuai dengan fakultasnya.
      Kedengaran terlalu idealistik, tetapi itulah yang jadi sasaran ideal universitas-universitas di sana. Dan, tampaknya mereka sangat serius dalam mencapai sasaran tersebut. Tentunya kita tak boleh puas diri dengan apa yang kita punya sekarang. Taruhannya terlalu besar untuk bersikap seperti itu. Marilah kita lakukan sesuatu yang substantif bagi pendidikan kita.


Bab III

Kesimpulan

3.1 Kesimpulan
      Pendidikan sangat penting dan wajib untuk semua masyarakat, agar semua masyarakat mempunyai keahlian dan pengetahuan yang luas. Supaya dapat membangun Negara Indonesia yang lebih baik lagi.

3.2 Saran
      Penulis menyadari ketidak sempurnaan dalam menulis makalah ini. Untuk itu diperlukannya pengembangan lebih lanjut terhadap materi-materi atau informasi-informasi yang terdapat di dalam makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA


http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pgsd_0908203_chapter1.pdf


http://padepokanguru.org/category/kumpulan-artikel-pendidikan/


http://www.damandiri.or.id/file/sugenguhamkabab1.pdf


http://edukasi.kompas.com/read/2012/08/27/09562184/Pendidikan.Kunci.Pembangunan

Thursday, March 28, 2013

Analisis Artikel Menurut Ejaan dan Diksi


Pakar: Ini Serangan "Cyber" Terbesar Sepanjang Sejarah


          KOMPAS.com — Sebuah serangan cyber berjenis distributed denial of service (DDoS) terhadap perusahaan keamanan jaringan Spamhaus memiliki dampak (1) yang sangat besar. Akibat serangan tersebut, dikabarkan (2) kecepatan internet dunia, terutama di benua Eropa, terus melambat.

         Tidak itu saja, serangan ini diduga dapat membuat dampak yang lebih buruk dari sekadar melambatnya kecepatan internet.

         Menurut beberapa ahli keamanan komputer, melihat skala (3) serangan yang semakin kuat, para pengguna bisa saja tidak dapat mengakses (4) layanan dasar internet , seperti e-mail dan layanan perbankan online.

         Sebenarnya, seberapa besarkah skala serangan cyber ini? Menurut Matthew Price, Chief Executive of CloudFlare, serangan DDos ini dapat dikatakan sebagai yang terbesar dalam sejarah. Sekadar catatan, CloudFlare merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh Spamhaus untuk melindungi perusahaan tersebut dari serangan DDos ini.

         "Serangan ini mirip dengan bom nuklir. Serangan ini mudah untuk menghasilkan kerusakan yang begitu besar," kata Price, seperti dikutip dari NY Times, Kamis (28/3/2013).

         Serangan DDoS ini juga mampu mencapai nilai yang luar biasa besar, yaitu 300 miliar bit per detik. Dikatakan, serangan ini berpuluh kali lipat dibandingkan serangan DDos pada umumnya.

        "Ini adalah angka yang sebenarnya. Ini merupakan serangan DDoS terbesar dalam sejarah internet," kata Patrick Gilmore, Chief Architect Akamai Teknologies, sebuah perusahaan penyedia konten digital.

         Serangan ini diduga dimulai saat Spamhaus menambahkan sebuah perusahaan asal Belanda, Cyberbunker, ke daftar hitam (blacklist) miliknya. Spamhaus merupakan perusahaan pembuat daftar hitam yang digunakan oleh penyedia layanan internet sebagai acuan (5) pemblokiran situs-situs web berbahaya.

         Sementara Cyberbunker merupakan sebuah layanan penyimpanan data yang mengizinkan penggunanya untuk menyimpan semua data, kecuali pornografi anak dan hal-hal yang berkaitan dengan teroris.

         Cyberbunker sebenarnya tidak secara langsung dituduh bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, seorang yang mengaku sebagai juru bicara Cyberbunker, Sven Olaf Kamphuis, memberikan sebuah pernyataan yang membuat perusahaan tersebut menjadi tertuduh. Kepada BBC, Kamphuis menyatakan, Spamhaus tidak seharusnya dapat menentukan "apa yang boleh dan tidak di internet (6)".



Penulis mohon maaf apabila dalam analisis artikel ini ada kesalahan.


REFERENSI:

Wednesday, January 16, 2013

Karya Ilmiah


Pengertian Karya Ilmiah
“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
• Memberi penjelasan
• Memberi komentar atau penilaian
• Memberi saran
• Menyampaikan sanggahan
• Membuktikan hipotesa
Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.

Bentuk Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
3. Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.

Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Macam-Macam Karya Ilmiah
1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1) Sikap ingin tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
2) Sikap kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3) Sikap obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
4) Sikap ingin menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5) Sikap menghargai karya orang lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6) Sikap tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7) Sikap terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

Tujuan Karya Ilmiah
1. Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
2. Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi produsen pemikiran & karya tulis dalam bidang IPTEK terutama setelah penyelesaian studinya.
3. Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara institusi dengan masyarakat, atau orang-2 yang berminat membacanya.
4. Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
5. Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian

Tahap Pembuatan Karangan ilmiah
Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh guru atau anak didik adalah menulis karya ilmiah. Salah satu masalah utamanya adalah mereka kurang memahami langkah-langkah menulis karya ilmiah. Mereka selalu mengatakan bahwa menulis karya ilmiah itu sangat sulit dan tidak mungkin dapat mereka lakukan. Hal ini ada banyak hal yang menyebabkannya. Mereka selalu mengeluhkan bahwa langkah-langkah menulis karya ilmiah sangat sulit dan tidak mendukung keinginan menulis yang mereka miliki.
Oleh karena itulah, maka seharusnya ada rujukan yang jelas mengenai langkah langkah menulis karya ilmiah. Hal ini untuk memberikan kesempatan guru dan anak didik berperan dan mengembangkan kemampuan menulisnya secara maksimal.
Metode ilmiah penelitian dan pengembangan menulis karya ilmiah adalah suatu cara untuk pelaksanaan secara sistematis dan objektif yang mengikuti langkah-langkah menulis karya ilmiah sebagai berikut.
1. Melakukan observasi dan menetapkan masalah dan tujuan
Ini merupakan langkah langkah menulis karya ilmiah yang pertama, yaitu melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian
2. Menyusun hipotesis
Langkah langkah menulis karya ilmiah yang kedua adalah menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda mengamati obyek penelitian.
3. Menyusun rancangan penelitian
Selanjutnya Anda menyusun rancangan penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah langkah menulis karya ilmiah. Ini merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.
4. Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan
Ini langkah keempat dari langkah langkah menulis karya ilmiah yang merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan objek penelitian.
5. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data
Setelah melakukan percobaan atas objek penelitian dengan metode yang direncanakan, maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap objek percobaan yang dilakukan tersebut. Apa yang terjadi pada objek penelitian. Ini merupakan langkah langkah menulis karya ilmiah yang kelima.
6. Menganalsis dan menginterpretasikan data
Langkah langkah menulis karya ilmiah keenam, yaitu mengenalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.
7. Merumuskan kesimpulan dan atau teori
Langkah ketujuh dari langkah langkah menulis karya ilmiah adalah merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian data. Langkah ini mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan, pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap objek penelitian.
8. Melaporkan hasil penelitian
Langkah terakhir dari langkah langkah menulis karya ilmiah adalah melaporkan hasil penelitian. Dan, langkah inilah yang sesungguhnya merupakan proses penulisan karya ilmiah. Dengan langkah ini, maka guru atau anak didik dapat menyusun sebuah tulisan atau karya tulis ilmiah yang akan memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas personal.
Jika ingin melakukan proses penyusunan karya tulis ilmiah, maka setidaknya langkah-langkah menulis karya ilmiah ini Anda pahami dan terapkan. Dengan demikian, maka proses penulisan Anda benar-benar objektif dan berguna bagi kehidupan masyarakat. Dan, ini merupakan kontribusi kongkrit Anda kepada masyarakat.

Referensi:
http://bloggueblog.wordpress.com/2012/04/20/pengertian-ciri-ciri-dan-macam-macam-karya-ilmiah/
http://rydwantoback.blogspot.com/2013/01/karya-ilmiah.html

Saturday, January 5, 2013

Lagi dan lagi Pejabat Indonesia Melakukan Korupsi !

KPK memutuskan untuk menahan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Djoko Susilo.
Djoko sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat ujian simulator surat izin mengemudi di Kepolisian Indonesia.

"Tersangka ditahan untuk untuk 20 hari kedepan terhitung mulai hari ini di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang beralamat di Pomdam Jaya, Guntur," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi.
Johan mengatakan penahanan di Guntur lebih karena persoalan teknis.
"Ruang tahanan di gedung KPK saat ini sedang mengalami perbaikan karena ada kebocoran di ruang tahanan di sini," kata Johan.
Dia mengatakan meski berada di rumah tahanan Pomdam Jaya, Guntur namun penjagaan tetap dilakukan oleh petugas dari KPK dan bukan TNI.
"Penjagaan dilakukan oleh petugas KPK," tambah Johan.
Menerima keputusan KPK
Tersangka Djoko Susilo ditahan seusai pemeriksaan mengatakan akan menjalani proses hukum yang dilakukan oleh KPK.
"Berdasarkan surat penahanan hari ini saya mengikuti proses hukum dan dilakukan penahanan," kata Inspektur Jenderal Djoko Susilo seusai menjalani pemeriksaan selama hampir delapan jam di Gedung KPK.
Berbeda dengan tersangka yang telah ditetapkan sebagai tahanan oleh KPK, Djoko Susilo tidak terlihat menggunakan seragam tahanan dan borgol saat menuju mobil tahanan.
"Baju tahanan sudah dibawa oleh penyidik tadi bersama Pak DS saat menuju mobil tahanan, soal borgol itu kan untuk upaya penjemputan paksa dan jika ada penangkapan tadi kan penahanannya dilakukan setelah menjalani pemeriksaan, kan banyak juga yang ngga diborgol selain Pak DS," kata Johan Budi.
Kembangkan kasus
"Kami masih terus menyeleidiki dan belum memutuskan apakah akan berhenti pada DS atau tidak"
Johan Budi
Lembaga penegak hukum ini juga tidak menutup kemungkinan untuk menyelidiki adanya peran pejabat lain di tubuh kepolisian dalam kasus ini.
"Kami masih terus menyeleidiki dan belum memutuskan apakah akan berhenti pada DS atau tidak," jelas Johan.
Saat ini selain Djoko Susilo, ada tiga tersangka lain yang telah ditetapkan oleh KPK, mereka adalah mantan Wakil Kepala Korlantas, Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo; serta dua pihak rekanan, Budi Susanto dan Sukotjo S Bambang.
Penanganan kasus ini sempat memunculkan adanya perselisihan antara KPK dan Polisi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada awal Oktober lalu sempat menyampaikan perintah khusus penanganan kasus pengadaan simulator ini, Presiden Susilo Bambang Yudhyono saat itu menilai KPK adalah lembaga yang berwenang untuk menanganinya.
"Polri tangani kasus lainnya," ujar Presiden Yudhyono saat itu.
Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan Djoko Susilo disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat 1 dan/atau pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 199 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
KPK menurut Johan sejauh ini telah menemukan adanya kerugian negara yang telah mencapai sekitar Rp100 miliar dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan simulator di tahun anggaran 2011 ini.

Mau jadi apa Negara kita ini kalau para PEMIMPIN BANGSA mencontohkan kepada masyarakat untuk korupsi?? Padahal PENGHASILAN PARA PEJABAT melebihi dari cukup, tetapi mereka dengan HATI NURANI yang menurut saya sudah sangat ANCUR, tega memakan uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk kepentingan negara kita Indonesia. Saya juga sempat menonton program acara tv dan seorang dokter bercerita bahwa ada kejadian dimana didalam suatu kota di Indonesia yang sedang mengadakan pemilihan pejabat. Lalu calon pejabat tersebut dengan sangat teganya menyuruh pasien-pasien yang mempunyai penyakit parah di setiap puskesmas yang ada di kotanya tersebut untuk dipulangkan. Karena menurut dia, untuk mengurangi angka kecacatan di kotanya. Karena kelakuannya ada seorang pasien balita yang meninggal di rumahnya karena tidak mendapatkan bantuan penanganan medis.

Masih pantaskah CALON PEJABAT tersebut disebut MANUSIA???

REFERENSI:
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2012/12/121203_kpkdjokosusilo.shtml

Apa itu Kutipan, Abstrak, dan Daftar Pustaka??


1. KUTIPAN
Pertama kita bahas tentang apa itu istilah kutipan dalam bahasa Indonesia?
Secara garis besar Kutipan yaitu pengulangan suatu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip.
Kutipan juga dapat merujuk kepada penggunaan berulang unit bentuk lain ekspresi, terutama bagian dari karya seni: unsur-unsur sebuah lukisan, adegan dari film atau bagian dari suatu komposisi musik. Kutipan juga terbagi menjadi 2, yaitu Kutipan langsung dan Kutipan tidak langsung.

Cara Menulis Kutipan Dengan Benar sebagai berikut:
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

2. ABSTRAK
Abstrak merupakan ringkasan isi laporan yang di tulis dengan sangat singkat dan padat. Abstrak berisi pokok masalah, tujuan, metode, dan dat kesimpulan dalam bentuk paragraf. Melalui abstrak, pembaca dapat memahami garis besar isi laporan, dan apabila berhendak memahami lebih jauh, dapat membaca bab-bab pada laporan.

Jenis-jenis Abstrak yaitu:

a. Abstrak Indikatif yaitu abstak yang menguraikan secara singkat masalah yang terkadung dalam dokumen lengkap. Abstrak ini tidak memadatkan isi dokumen asli, bertujuan agar lebih cepat diketahui isinya dan hanya dan hanya memberikan indikasi sasaran cakupan tulisan sehingga pembaca dapat mempertimbangkan apakah tulisan asli perlu dibaca atau tidak. Pembaca abstrak cenderung memetingkan informasi yang diperlukan sebagai pertimbangan untuk suatu tindakan tertentu.

b. Abstrak Informatif yaitu miniature laporan atau dokumen asli dengan menampilkan selengkap mungkin data laporan sehingga pembaca abstrak tidak perlu lagi membaca aslinya, kecuali untuk mendalaminya. Abstrak informasi menyajikan keseluruhan naskah asli dalam bentuk mini : judul, penulis asli, lembaga, tujuan, metode pembahasan atau analisis, hasil analisis, kesimpulan dan kode inisial penulis abstrak.


3. DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka yaitu daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad.

Jenis-Jenis Daftar Pustaka :
a. Kelompok Textbook :
Penulisan perorangan.
Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor.
Buku yang ditulis atau dibuat oleh lembaga.
Buku terjemahan.
b. Kelompok Jurnal :
Artikel yang disusun oleh penulis.
Artikel yang disusun oleh lembaga.
Kelompok makalah yang dipresentasikan dalam seminar / konferensi / simposium.
c. Kelompok disertasi atau tesis.
d. Kelompok makalah atau informasi dari internet.

Cara Membuat Daftar Pustaka :
Tulis nama akhir penulis buku, inisial nama depan jika sumber makalah didapat dari buku.
Tulis tahun penerbitan buku tersebut.
Tulis judul buku yang menjadi sumber materi diambil, nomor buku.
Tulis nama penerbit buku tersebut dan nama kota penerbit.
Tulis halaman buku.


REFERENSI :
http://remaldy.blogspot.com/2012/01/pengertian-dan-cara-membuat-kutipan.html

Sunday, November 4, 2012

Trik dan Tips untuk menulis Blog yang Baik & Menarik ^^






Menurut saya, tulisan yang kita anggap baik belum tentu dianggap baik pula oleh orang lain. Karena setiap orang memiliki ciri khas bahasa masing-masing. Disini kita dituntut harus sekreatif mungkin agar blog kita menarik dan postingan di blog kita mudah dan seru dibaca oleh orang lain, entah itu berisi cerita pendek, pelajaran, atau pengalaman pribadi. Biasanya tulisan yang keluar dari pemikiran kita, itu lebih mudah dipahami dibanding kita sengaja mengarang tulisan. karena mungkin saja cerita yang kita tulis bisa menjadi motivasi atau inspirasi orang yang membacanya. Jangan takut cerita anda tidak disukai orang lain. Karena wajar jika seseorang baru pertama kali menulis cerita di blog. Itu akan terbiasa jika kita sering melakukannya. Yang terpenting jangan mengcopas atau menjiplak karya orang lain. Karena pemikiran dan kreatifitas dari diri sendiri itu lebih bisa dihargai dan di terima oleh orang lain. Tuangkanlah semua yang kalian ingin ceritakan, jangan merasa ada beban harus dibawa santai. Ini sedikit tips dan trik untuk menulis blog yang baik:
Pertama:
Jika kalian tiba-tiba mendapatkan ide yang menarik untuk dituangkan, sebaiknya kalian langsung menuangkannya di blog kalian. Buat ceritanya semenarik mungkin dengan bahasa yang mudah dipahami, agar diingat oleh pembaca. Dan yang utama adalah buatlah judul postingan yang dapat membuat orang yang melihatnya ingin membaca postingan anda.
Kedua:
Desain blog kalian dengan menarik tetapi mudah untuk dimengerti orang yang datang ke blog kalian.
Ketiga:
Tulisan yang kalian tulis harus dapat dibaca orang, maksudnya jangan menulis dengan tulisan alay seperti “h4l0 guys, 4pa k4bar..” , itu membuat sakit mata orang yang melihat. dapat juga menggunakan gambar-gambar agar lebih menarik.
Keempat:
Tanda baca yang digunakan harus jelas, jangan salah menggunakan tanda baca. Karena dapat mengubah arti dari kalimat yang kalian tulis.
Kelima:
Postingan biasanya selalu dicari orang lain, adalah postingan yang berisi info-info penting dapat berupa info pelajaran, tips-tips, bagaimana cara membuat sesuatu, atau dapat berupa info tentang artis-artis dalam negeri maupun luar negeri. Misalnya saat ini yang sedang banyak disukai para remaja yaitu tentang K-Pop. Keenam:
Sering-seringlah memposting apapun yang kalian ingin tuangkan. Tetapi jangan menjiplak.
Ketujuh:
Gunakan bahasa yang santai, jangan kaku tapi sopan. Biasanya bahasa yang kaku atau baku itu sulit untuk dipahami. Dan itu dapat membuat pembaca bosan.



Yaaa,, mungkin itu sedikit tips dan trik dari saya untuk menulis blog yang baik dan menarik. Semoga kalian bisa membuat dan menulis blog yang menarik. Selamat mencoba .